Kota Sejuta Bunga

 
 

Kalau Bogor terkenal dengan julukan kota hujan, Bekasi dengan kota patriot, Yogyakarta dengan kota pelajar, begitu juga dengan Magelang, kota sejuta bunga. Julukan yang bermula dari sejarah Kota Magelang yang disebut "Tuin Van Java"  pada masa kolonial, yang berarti "Tamannya tanah Jawa".

Satu hal yang gue sadari waktu pertama kali menginjakkan kaki di Magelang, ini tempat yang gue mau. Lanjut dari cerita gue sebelumnya yang selalu mendambakan hawa sejuk untuk tempat tinggal, di Magelang gue dapet itu semua. Dasarnya gue suka dingin, cuma gue ngga sanggup sama suhu yang terlalu ekstrem. Magelang ini sejuknya dapet, dinginnya dapet, tapi panasnya juga masih berasa. Walaupun siang panas terik matahari, tetep berkali lipat lebih nyaman daripada suhu di Ibukota-yang saat ini masih di Jakarta.

Kota sejuta bunga, bukan dalam artian bunga yang sebenarnya. Bunga disini melambangkan kota yang memberikan keindahan, karena sesungguhnya selama gue di Magelang, gue jarang atau bahkan hampir ngga pernah liat sampah yang berserakan. Selain masalah sampah, sejauh yang gue lihat hampir ada saluran air di sepanjang jalan, mungkin karena masih lumayan banyak sawah, sekalian untuk pengairan. -Ini sotoy doang sih haha-. Kota nya rapi dan bersih. Ternyata eh ternyata, setelah mencari informasi di mesin canggih bernama Google, Magelang 7 tahun berturut-turut dapat penghargaan Adipura, bahkan di tahun 2014, Magelang dapat penghargaan Adipura Kencana karena sudah tiga kali berturut-turut mendapat penghargaan Adipura. Pantes, waktu itu ngga sengaja lihat tulisan gede di pinggir jalan "Magelang Kota Adipura Kencana", dan ternyata itu maksudnya. Hehe.

Walaupun belum banyak explore Magelang dan sekitarnya, setidaknya first impression akan kota ini sudah menyenangkan. Jadi ngga sabar buat menjelajah tanah Magelang. Semoga ada waktu dan kesempatan. Tolonglah, aku butuh liburan😭

-09/10/2019-







Komentar

Postingan Populer